Bea Cukai Malang Musnahkan Jutaan Barang Hasil Penindakan

MALANGUPDATE –Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) tipe Madya Cukai Malang memusnahkan barang milik negara hasil penindakan, Rabu (2/8/2017).

Barang Hasil Penindakan -Kepala KPPBC Tipe Madya Malang, Rudy Heri Kurniawan bersama barang hasil penindakan yang siap dimusnahkan.
Barang Hasil Penindakan -Kepala KPPBC Tipe Madya Malang, Rudy Heri Kurniawan bersama barang hasil penindakan yang siap dimusnahkan.

Pemusnahan barang hasil.penindakan itu dilakukan di halaman Kantor Bea Cukai Malang oleh petugas KPPBC dan instansi terkait, mulai TNI/Polri, Kantor Pajak dan Satpol PP.
Kepala KPPBC Tipe Madya Malang, Rudy Heri Kurniawan menuturkan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan semester pertama 2017, antara lain 2 juta batang rokok ilegal, ratusan botol minuman keras (miras), mengandung etyl alkohol ilegal tanpa pita cukai.
“Total nilainya sekitar Rp 378 juta, namun jika barang-barang tanpa pita cukai ini beredar di masyarakat, potensi kerugian negara mencapai Rp1 miliar lebih,” terangnya.

Pemusnahan-Sejumlah petugas dari berbagai instansi saat melakukan pemusnahan.
Pemusnahan-Sejumlah petugas dari berbagai instansi saat melakukan pemusnahan.

Rudy menambahkan, ada modus baru dari produsen rokok dalam upaya mengelabui petugas, yaitu poduksi, pengepakan dan distribusi dilakukan di lokasi atau kota yang berbeda.
Selain itu dimusnahkan pula sejumlah barang kiriman luar negeri yang masuk kategori terlarang dari Kantor Pos, seperti obat-obatan, suplemen kesehatan, hingga sex toys.

Miras ilegal-Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Jawa Timur II, Nirwala (kiri), saat proses pemusnahan minuman keras ilegal.
Miras ilegal-Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Jawa Timur II, Nirwala (kiri), bersama aparat lain saat proses pemusnahan minuman keras ilegal.

Sementara itu Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Jawa Timur II, Nirwala menjelaskan, pemusnahan ini melibatkan bea cukai, kantor pajak, aparat penegak hukum, dan pengusaha yang juga dirugikan dengan adanya rokok ilegal ini.
“Kerjasama, khususnya dengan Kantor Pajak akan ditingkatkan, agar potensi penerimaan negara di sektor cukai rokok,  dapat maksimal,” ungkapnya
Nirwala menambahkan hal ini sangat penting, karena jika hasil pajak bertambah hasilnya dikembalikan untuk rakyat. “Bisa untuk membuat jalan, hingga biaya bagi anak sekolah,” tandasnya. (putra).

Foto-foto: malangupdate / putra

You May Also Like

Leave a Reply