Ketika Seni Tradisional Tampil Lebih Elegan

MALANGUPDATE-Betapa indahnya hidup dalam keselarasan, suatu hal yang sejatinya menjadi dambaan setiap orang. Gambaran akan keselarasan itu  tampak dalam  kegiatan bertajuk Indonesian Cultural Dining Series yang digelar di Hotel Tugu Malang, Jawa Timur, Kamis (15/3/2018) malam.

Sebanyak enam penari menampilkan eksotisme Tari Gandrung Sewu, kesenian tradisional ciri khas Banyuwangi, salah satu kawasan di ujung timur pulau Jawa.

Tarian ini menceritakan kisah kuno masyarakat Blambangan yang agraris, sebagai penghargaan kepada Dewi Sri yang diyakini sebagai Dewi Padi. Intinya, tari yang disajikan dengan iringan gamelan osing ini merupakan perwujudan rasa syukur masyarakat setiap habis panen.

gandrung-tugu1

Usai Tari Gandrung, para tamu dibuai alunan gamelan Jawa lengkap dengan sinden yang melantunkan tembang-tembang Jawa yang menggambarkan kedamaian dalam hidup masyarakat Jawa.

“Sangat menarik, saya mengapresiasi generasi muda yang masih mau menggeluti seni tradisional,” aku Jeff, salah satu tamu dari California, Amerika Serikat. Jeff juga senang karena diberi kesempatan untuk menari dan berfoto bersama para penari tersebut.

Agenda rutin yang digelar pada tanggal 15 setiap bulannya ini menampilkan berbagai tari tradisional dari Malang maupun daerah lainnya, menemani para tamu yang bersantap malam dengan keluarga maupun koleganya.

gandrung-tugu2

Executive Assitant Manager Hotel Tugu Crescentia Harividiyanti menuturkan, pelaksanaannya tahun ini sudah memasuki tahun ketiga, sebagai komitmennya dalam upaya melestarikan kesenian budaya Indonesia.

“Sudah saatnya seniman lokal dapat tampil lebih elegan di sebuah venue yang bergengsi, meskipun tidak dalam ruang panggung kolosal,” ujarnya.

Crescentia menambahkan, kegiatan ini lebih fokus menampilkan tari Topeng Malangan dalam rangkaian Kisah Panji di tahun pertama pagelarannya. Pada perkembangannya hotel bintang lima ini akhirnya menyuguhkan kesenian daerah lainnya.

“Awalnya kami bekerjasama dengan salah satu sanggar tari di Malang, namun selanjutnya kami menampilkan para mahasiswa dari berbagai daerah yang sedang studi di Malang, sehingga lebih banyak kesenian yang disuguhkan,” terangnya.

Crescentia berharap acara seperti ini dapat dilakukan pihak lain, khususnya di Malang, secara rutin. “Agar tersedia ruang panggung kepada para seniman kesenian tradisional, sehingga menjadi agenda rutin bagi wisatawan yang akan berkunjung,” pungkasnya. (putra)

Foto-foto: malangupdate/putra

You May Also Like

Leave a Reply