“Merah Putih Memanggil” Bangkitkan Rasa Nasionalisme

MALANGUPDATE-Sekelompok teroris yang menduduki negara Tongo, tetangga Indonesia berhasil menyandera beberapa awak kapal pesiar yang terdiri dari orang Indonesia dan warga Perancis. Mereka meminta uang tebusan kepada negara yang warganya disandera. Jika tak dituruti, mereka tak segan membunuh sandera.

Seru-Salah satu adegan dalam film Merah Putih Memanggil
Seru-Salah satu adegan dalam film Merah Putih Memanggil

Sekelompok pasukan Kopassus TNI AD di bawah pimpinan Kapten Norman ditugaskan membebaskan para sandera.
Timnya dibantu oleh pasukan gabungan dari unsur TNI AD, TNI AL, dan TNI AU hanya punya waktu 48 jam untuk menyelamatkan sandera. AKhirnya Norman dan timnya berhasil melumpuhkan pasukan teroris dan membebaskan para sandera, meski harus kehilangan tiga anggotanya yang gugur saat bertugas.
Iulah kisah film “Merah Putih Memanggil” yang digarap oleh rumah produksi TeBe Silalahi.
Kapten Norman diperankan Maruli Tampubolon, sementara bertindak sebagai Diego, pimpinan teroris adalah Ariyo Wahab. Ia dibantu oleh kaki tangannya yang bernama Lopez (Restu Sinaga).
Selain prajurit TNI, berbagai peralatan militer TNI juga dipamerkan dalam film ini. Mulai senapan otomatis, pesawat tempur Sukhoi, helikopter, KRI Diponegoro, hingga tank amfibi.
Film ini ditayangkan serentak di seluruh jaringan bioskop Tanah Air pada 5 Oktober 2017.
Sementara di Malang, film ini disaksikan para penonton dalam acara nonton bareng di Dieng 21 Cineplex, Senin (9/10/2017).

Kompak-Para peserta nobar berfoto sebelum masuk studio
Kompak-Para peserta nobar berfoto sebelum masuk studio

Para penonton ini adalah unsur prajurit TNI dari jajaran Divif 2 Kostrad, Korem dan Kodim, Polri, FKPPI, tim Gelora 171717, awak media hingga siswa SMA.
Panglima Divif 2 Kostrad Mayjen TNI Agus Suhardi menuturkan, unsur heroik dan patriotisme dalam film ini diharapkan dapat membangkitkan rasa nasionalisme, khususnya pada generasi muda. “Nasionalisme itulah ruh dalam membangun bangsa ini,” tegasnya.
Sementara Dandim 0833/BDJ Letkol Inf Nurul Yakin mengungkapkan rasa kagumnya terhadap film besutan sutradara Mirwan Suwarso ini. “Adegannya seru, tak kalah dengan film laga Hollywood,” ujarnya saat mendampingi Pangdiv bersama Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim Ir R Agoes Soerjanto.
Shania, salah seorang peserta nobar mengaku sangat terkesan oleh film ini. “Ada pengorbanan jiwa raga dalam menjalan tugas negara,” tandas siswa kelas XII dari salah satu SMA di Kota Malang. (putra)

Foto-foto:malangupdate/putra

You May Also Like

Leave a Reply