Mereka Akhirnya Bisa Mendengar Lagi

MALANGUPDATE – Antrean panjang nampak mengular di sebuah rumah di Jl Ijen no 73 Kota Malang, Kamis (3/8/2017).
Tidak seperti antrean pada umumnya, tak terdengar suara riuh dalam antrean tersebut.

Mendengar Lagi-Seorang tuna rungu usai menerima alat bantu dengar diapit Ya'qud Ananda Gubban (kiri), dan Manfred Stoifl.
Mendengar Lagi-Seorang tuna rungu usai menerima alat bantu dengar diapit Ya’qud Ananda Gubban (kiri), dan Manfred Stoifl.

Ternyata ratusan orang itu adalah parapenyandang tuna rungu yang mendapat Alat Bantu Dengar (ABD) secara gratis. Bantuan tersebut diberikan atas kerjasama Kementerian Sosial RI, Starkey Foundation, dan Komunitas Perempuan Peduli Indonesia (KoPPI).

Gratis-Para petugas dan relawan memasang alat bantu dengar pada salah seorang penderita tuna rungu.
Gratis-Para petugas dan relawan memasang alat bantu dengar pada salah seorang penderita tuna rungu.

Ketua KoPPI Ya’qud Ananda Gudban mengatakan, ada sekitar 900 alat bantu dengar yang diberikan secara gratis kepada para tuna rungu di Malang Raya. “Tidak hanya mendapatkan sepasang alat bantu dengar, mereka juga memperoleh penyuluhan penggunaan dan perawatannya,” ujar Nanda, sapaannya saat ditemui di tengah kegiatan  yang digelar di rumahnya yang juga sekretariat KoPPI ini.

Nanda berharap bantuan ini bisa mengubah hidup warga penerima bantuan menjadi lebih baik.
Para penderita tuna rungu ini ditangani langsung oleh sejumlah petugas dan relawan dari Kementerian Sosial RI, Starkey Foundation, dan Komunitas Perempuan Peduli Indonesia (KoPPI)
Manfred Stoifl dari Starkey Foundation mengatakan, kegiatan ini bukan semata-mata donasi, tapi lebih ke arah mengubah suatu cara hidup.
“Jutaan orang tidak mendapat pendidikan yang layak hanya karena tidak dapat mendengar, sehingga inilah saatnya kita membantu secara bersama-sama,” ujarnya.

Mendaftar -Para tuna rungu saat mendaftarkan diri
Mendaftar -Para tuna rungu saat mendaftarkan diri

Manfred menambahkan, bantuan alat bantu dengar ini bergaransi seumur hidup. Pihaknya juga telah bekerjasama dengan Kemensos memberi bantuan ini kepada ribuan penderita tuna rungu di beberapa daerah di Indonesia sejak tahun 2015.
“Kami juga melakukan monitoring bagi warga penerima bantuan, yang dilakukan di Dinas Sosial setempat,” tutupnya. (putra)

Foto-foto: malangupdate /putra

You May Also Like

Leave a Reply