MUSEUM MUSIK PERTAMA DI MALANG DAN SATU-SATUNYA DI INDONESIA

MALANG UPDATE-Indonesia akhirnya memiliki sebuah Museum Musik satu-satunya dan yang pertama. Museum Musik Indonesia (MMI) ini, menempati sebuah areal seluas 200 meter persegi di lantai dua gedung kesenian Gajayana di Kota Malang, dan diresmikan pada Sabtu, 19 November 2016.
Di dalamnya tersimpan koleksi  sekitar 20.000 barang yang berhubungan dengan musik. Mulai kaset, piringan hitam, compact disc, instrumen musik, hingga buku, majalah dan poster-poster.
“Sebagian besar koleksi ini merupakan sumbangan dari para kolektor,” ungkap salah satu pendiri museum Hengki Herwanto saat peresmian.
Menurut Hengki, museum ini didirikan sebagai wujud kecintaan para pendirinya pada dunia musik. Adanya museum ini juga mengandung konsekuensi untuk melakukan tiga hal penting. Yaitu melanjutkan digitalisasi dari berbagai koleksi di museum, termasuk artis dari mancanegara, memperkenalkan dan melengkapi alat musik dari nusantara, dan memelihara koleksi yang ada.
Proses pemindahan hasil rekam suara dari format fisik seperti dari kaset, piringan hitam, cd ke format database digital ini dipandang perlu sebagai prioritas untuk langkah penyelamatan musik Indonesia. Hal ini merupakan suatu upaya agar musik sebagai hasil karya dapat menjadi warisan bagi generasi mendatang.
“Digitalisasi ini sebagai pemanfaatan teknologi, agar museum tidak selalu dipandang sebagai tempat yang suram, gelap dan kuno,” tukasnya.
Para pengunjung dapat mengakses lagu-lagu koleksi MMI ini di gadget mereka lewat sebuah aplikasi khusus saat berada di museum. Saat ini sedikitnya ada 14 ribu track lagu karya musisi Indonesia dari segala jaman dan tahun, diambil dari piringan hitam, CD, dan pita kaset koleksi museum, yang dapat didengarkan kembali.
“Lagu-lagu tersebut dapat diakses 100 peggguna, namun sengaja diformat agar tidak dapat dikopi, dan hanya bisa dapat dinikmati di lokasi museum saja, karena memang sesuai sinyal wi-fi dari server di area sini saja,” pungkas Hengki.
Peresmian dihadiri pejabat dari Badan Kreatif Ekonomi (BEKRAF), Walikota Malang, undangan unsur  muspida, serta para penikmat musik.

Walikota Malang H Moch Anton sangat mengapresiasi pendirian museum ini, dan mengatakan rencana Pemkot Malang membangun gedung Malang Art Center di kawasan Kecamatan Kedungkandang yang dapat digunakan utuk konser musik.

Acara berlangsung meriah dengan suguhan dari Malang Youth Orchestra, hingga penampilan para penyanyi legendaris seperti Grace Simon, Sylvia Saartje dan Berlian Hutauruk. (putra)

mm1-16

PIRINGAN HITAM-Koleksi piringan hitam di Museum Musik Indonesia (MMI). (malangupdate/putra)

mm1-18

KOSTUM PENTAS-Koleksi berbagai kostum musisi Indonesia. (malangupdate/putra)

mm1-17

LOKAL-Koleksi berbagai piringan dari musisi Indonesia di masa lalu. (malangupdate/putra)

mm1-01

TABUH KENDANG-Peresmian  Museum Musik Indonesia (MMI) ditandai dengan menabuh kendang Jelegur bersama-sama di Gedung Gajayana. (malangupdate/putra)

mm1-02

HARMONIS-Duet harmonis antara petikan dawai sapek Redy Eko Prastyo dan gesekan violin dari Tutut, konduktor Malang Youth Orchestra. (malangupdate/putra)

 

You May Also Like

Leave a Reply