Berbagi Ilmu Dalam Sharing Session Buku Foto

MALANGUPDATE -Membaca sebuah buku foto ternyata membutuhkan suatu kemampuan khusus, apalagi dalam proses pembuatannya. Hal ini diungkapkan Radityo Widiatmojo, salah seorang pengajar dan praktisi komunikasi visual dalam Sharing Session “Pengenalan Membuat Buku Foto” kepada sejumlah anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang di Ngalup Coworking Space, Rabu (23/8/2017).

Radityo menuturkan, sebuah buku foto pada dasarnya adalah sebuah upaya aktualisasi diri seorang fotografer. “Jadi lebih dari sekedar memindahkan ratusan atau ribuan foto yang tersimpan di harddisk,” tegasnya.

Buku Foto- Radityo Widiatmojo berbagi ilmu Membuat Buku Foto.
Buku Foto- Radityo Widiatmojo berbagi ilmu Membuat Buku Foto.

Dikatakan Radityo, buku foto adalah sebuah rumah dari sejumlah foto yang terkait dengan kajian visual layaknya museum.
Buku foto dibuat melalui sebuah proses yang harus ditentukan pasar atau untuk siapa buku itu dibuat. “Dari sini akan timbul core concept atau konsep utama yang membuat ide, visualisasi, narasi dan tata letaknya akan mengikuti,” paparnya.

Radityo sendiri telah menelurkan dua buku foto, yakni Solitude dan Deja Vu yang menurut dia bukan sekedar sebuah refleksi pengalaman pribadi, tapi lebih pada bagaimana melakukan suatu proses yang membuahkan hasil.

Menyimak- Para anggota PFI Malang menyimak paparan dari Radityo Widiatmojo
Menyimak- Para anggota PFI Malang menyimak paparan dari Radityo Widiatmojo

Dia melihat sebuah buku foto adalah sarana pembelajaran literasi visual yang harusnya juga diajarkan kepada anak-anak sejak usia SD.  “Sebab dalam prosesnya ini dibutuhkan banyak latihan,” imbuh dosen UMM ini.

“Malang sendiri sangat potensial untuk sebuah festival buku foto karena memiliki sumberdaya yang luar biasa,” ujarnya.

Literasi Visual-Buku Foto menjadi sarana literasi visual selain sebagai aktualisasi diri seorang fotografer.
Literasi Visual-Buku Foto menjadi sarana literasi visual selain sebagai aktualisasi diri seorang fotografer.

Sementara itu Ketua PFI Malang Hayu Yudha Prabowo mengatakan, sharing session ini adalah agenda rutin PFI Malang. “Buku foto juga menjadi salah satu rencana yang akan dibuat anggota PFI Malang,  selain mengenalkan karya foto lewat pameran,” tandas pewarta foto harian Surya ini. (putra).

Foto-foto: malangupdate /putra

You May Also Like

Leave a Reply