FKH UB Gelar Veterinary Festival

MALANGUPDATEDalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Brawijaya (UB )ke-55 Veterinary Festival di kampus 2 UB Puncak Dieng Malang, Sabtu (12/8/2017).
Acara dibuka Asisten 3 Sekdaprov Jatim Dr Ir H Abdul Hamid, mewakili Gubernur H Soekarwo.
Sementara Rektor UB Prof M Bisri menjadi pembicara bersama drh Pieter Kombo dalam talkshow yang menjadi salah satu agenda Veterinary Festival ini.
Rektor UB Prof M Bisri mengatakan, kegiatan ini sekaligus untuk lebih mengenalkan Rumah Sakit Hewan Pendidikan UB kepada masyarakat. “Masyarakat sudah banyak mempunyai hewan peliharaan sebagai salah satu kebutuhan, sehingga hewan-hewan tersebut juga harus dijaga kesehatannya,” ujarnya.

Pemeriksaan Kesehatan -Rektor UB Prof M Bisri (tengah), bersama para undangan meninjau pemeriksaan kesehatan hewan.
Pemeriksaan Kesehatan -Rektor UB Prof M Bisri (tengah), bersama para undangan meninjau pemeriksaan kesehatan hewan.

Prof Bisri menambahkan, jika Dinas Peternakan Provinsi Jatim ada kejadian luar biasa seperti Anthrax misalnya, maka dapat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan RS Hewan Pendidikan ini.
Ia berharap ke depan masyarakat dapatkan menggunakan RS Hewan Pendidikan ini secara maksimal.
Veterinary Festival ini terdiri dari sejumlah acara, mulai Lomba Burung dan Talk Show Kesehatan Burung Nasional,Test DNA Jenis Kelamin Burung dan Peresmian Animal Disease Diagnostic Laboratory (ADD Lab), Cat Show dan Pemeriksaan Kesehatan Pet Animal, serta Pameran dan Pemeriksaan Satwa eksotik.

Cat Show- Salah satu agenda acara berupa Cat Show.
Cat Show- Salah satu agenda acara berupa Cat Show.

Direktur RS Hewan Pendidikan UB, Analis Wisnuwardhana MBiomed menuturkan, Veterinary Festival ini merupakan salah satu solusi dan upaya Universitas Brawijaya untuk ikut berkontribusi dalam mewujudkan peran dokter hewan dalam mensejahterakan manusia melalui kesehatan hewan.

Eksotik- Veterinary Festival ini juga menampilkan pameran satwa eksotik seperi reptil.
Eksotik- Veterinary Festival ini juga menampilkan pameran satwa eksotik seperi reptil.

Ditambahkan drh Analis, kegiatan ini juga sebagai langkah nyata dalam mengenalkan berbagai jenis burung, hewan eksotik dan hewan kesayangan (pet animal), kepada civitas akademika Universitas Brawijaya dan masyarakat secara umum sebagai kontribusi dalam melestarikan keanekaragaman jenis burung dan hewan eksotik khususnya di Jawa Timur.
“Sementara ini pasien dari Malang mayoritas membawa pet animal yaitu kucing dan anjing, tapi ada juga satwa eksotik sampai large animal seperti kuda,” ujarnya.
Analis memambahkan, RS Hewan Pendidikan ini melayani pasien dengan segala keluhan dan sudah punya fasilitas cukup lengkap. Mulai laboratorium diagnostik mulai usg , xray hematologi analizer, hingga kimia darah.

Lomba Burung - Salah seorang peserta Lomba Burung Berkicau membawa satwa kesayangannya.
Lomba Burung – Salah seorang peserta Lomba Burung Berkicau membawa satwa kesayangannya.

“Namun yang terpenting adalah adanya tenaga medis yang sudah berkompeten di bidangnya. Sehingga masyarakat dapat mengetahui berbagai macam permasalahan seperti misalnya bagaimana efek gigitan anjing Pitbull yang sempat membuat heboh beberapa hari lalu dan sebagainya,” tandasnya.(putra)

Foto-foto: malangupdte/putra

You May Also Like

Leave a Reply