MAFI Fest Konsisten Giatkan Sineas Lokal

MALANGUPDATE-Malang Film Festival (MAFI Fest) kembali digelar. Festival film pendek yang digagas Kelompok Studi Sinematografi Universitas Muhammadiyah Malang (Kine Klub UMM) ini memasuki penyelenggaraan ke-14 , sejak dihelat pertama kali pada tahun 2004.

MAFI Fest kali ini mengambil tema Diorama Virtual.  “Tema ini diambil karena ingin menampilkan isu-isu yang terjadi di Indonesia dalam setahun terakhir ini, baik di bidang politik, pemerintahan, sosial, maupun budaya, ” terang Penata Program MAFI Fest 2018 Sestria Herdianti saat pembukaan acara di kampus UMM, Rabu (4/4/2018) malam.

malang-film-festival-01_malang-film-festival

Sestria menambahkan, setelah proses penerimaan kurasi selama tiga bulan,  terpilihlah 25 film dari 416 film pendek yang masuk.

Film-film tersebut terbagi dalam kategori fiksi,  dan dokumenter, yang dibagi lagi menjadi karya pelajar dan  mahasiswa.

Penilaian di setiap kategori dilakukan oleh  para juri profesional.

Salah satu juri di kategori film dokumenter Nashiru Setiawan mengatakan, para peserta kali ini cukup berani mengambil tema yang serius. “Seperti di kategori pelajar, ada  film dokumenter tentang modus warga asing saar berusaha menguasai lahan dengan menikahi warga setempat,” paparnya.

Selain itu, imbuh dia, dari Aceh ada film yang menceritakan anak pengepul kelapa sawit, yang berjuang untuk.menghidupi keluarganya. “Ini menarik, karena mereka mampu menggarap sebuah film dokumenter dengan gaya fiksi,” ungkap Nashirun.

Direktur MAFI Fest 2018 Fikri Hidayat menuturkan, selama 14 tahun MAFI Fest telah berusaha membangun perfilman nasional, menjadi wadah film maker muda, sekaligus mengapresiasi karya-karya mereka dengan menjadi titik temu dengan penonton.

malang-film-festival-04_nedi-putra-aw

Ia menambahkan, kegiatan yang berlangsung hingga 7 April ini juga diisi sejumlah program seperti Ruang Kuratorial, Ruang Apresiasi dan Temu Komunitas sebagai upaya meningkatkan daya saing para sineas muda di bidang industri kreatif yang sangat ketat.

“Syukurlah sudah mulai ada perhatian dan dukungan dari Kemendikbud dan Bekraf, namun sayang, selama ini perhatian dari Pemerintah Daerah justru masih kurang terhadap penyelenggaraan acara selama ini,” tandasnya. (putra)

foto-foto: malangupdate/putra

You May Also Like

Leave a Reply