Mahasiwa IBU Tambah Wawasan Kepariwisataan

MALANGUPDATE – Mahasiswa diharapkan dapat menjadi ujung tombak pariwisata Indonesia. Hal ini diungkapkan Asisten Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, DR Wisnu Bawa Tarunajaya saat paparan di kampus IKIP Budi Utomo (IBU) Malang. Minggu (1/10/2017).
Wisnu mengatakan, dunia pariwisata pada dasarnya adalah pengembangan citra, yang sangat tergantung dari sumber daya manusianya. “Kepuasan maupun kesan wisatawan yang datang dimulai dari pelayanan yang ikhlas,” ujarnya di hadapan 500 mahasiswa IBU dalam acara bertema Pariwisata Goes To Campus.
Dikatakan Wisnu, hal ini disebabkan Indonesia punya potensi pariwisata yang 60 persen diantaranya adalah unsur seni budaya selain wisata alam.
“Pengembangan sumber daya manusia (SDM) ini penting, apalagi bagi mahasiswa IBU yang merupakan calon guru. Peran guru sangat penting dalam hal mengubah mindset anak didiknya,” tegasnya.
Wisnu juga memberi tiga tips ‘ 3 S’ sebagai modal dasar dalam upaya mengembangkan pariwisata di suatu daerah. Tiga S tersebut adalah Solid, yaitu bersatu khususnya perbedaan pendapat. Sementara S yang kedua adalah Speed, yakni siapa yang cepat akan mengalahkan yang malas. “Semua itu harus dilakukan dengan kerja keras namun juga cerdas, sehingga diperlukan S ketiga yaitu Smart,” tutupnya.
Acara ini dihadiri anggota Komisi X DPR RI Ridwan Hisjam, Wakil Walikota H Sutiaji, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni dan Rektor IBU DR Nurcholis Sunuyeko selaku tuan rumah.
Ridwan Hisjam menegaskan bahwa memajukan kepariwisataan harus melibatkan masyarakat termasuk mahasiswa.
Ia mengungkapkan, saat ini pariwisata masih pada posisi keempat sebagai sumber pemasukan devisa negara, di bawah migas, mineral dan batubara serta perkebunan.
“Ketiga sumber tersebut suatu saat akan habis, sehingga seperti yang dikatakan pak Wisnu tadi, peluang mengembangkan kepariwisataan adalah pada SDM yang tak mungkin habis digali,” paparnya.
Ridwan Hisjam menambahkan, tahun 2017 ini masih belum saatnya mencapai tujuan pariwisata sebagai sumber devisa nomor satu bagi Indonesia, mengingat target 20 juta pengunjung per tahun diharapkan dapat tercapai pada tahun 2019. “Sementara saat ini kita baru 15 juta pengunjung per tahun, di bawah Thailand yang sudah mencapai 36 juta pengunjung per tahunnya,” jelasnya. Negara ASEAN lainnya yang menjadi ancaman adalah Vietnam. ” Padahal Vietnam identik dengan negara korban perang, namun mereka mampu mengemas kepariwisataannya dengan mengubah gua-gua bekas perang menjadi object wisata yang menarik,” imbuhnya.
Ridwan Hisjam berharap kegiatan Pariwisata Goes to Campus ini akan meningkatkan masyarakat agar menjadi sadar wisata.
“Apalagi di Jawa Timur ada satu destinasi wisata baru hasil Keputusan Presiden yaitu kawasan Bromo Tengger Semeru, dimana Malang termasuk di dalamnya,” tandas Ridwan. (putra)

Foto-foto: malangupdate /putra

You May Also Like

Leave a Reply