Sistem PPDB Online Kota Malang Berubah, Ini Penjelasannya

Logo_Tut_Wuri_Handayani.svg
Ilustrasi : Simbol Pendidikan, sumber: id.wikipedia.org
MALANG UPDATE – Peraturan terkait Juklak PPDB 2016 yang paling ditunggu-tunggu masyarakat kota Malang akhirnya terbit dan bisa diakses melalui situs http://diknas.malangkota.go.id. Regulasi ini berupa draft Peraturan Walikota Malang (No.9/2016) Tentang Petunjuk Pelaksanaan PPDB 2016/2017 dan Keputusan Kepala Dinas PendidikanKota Malang  terkait Penetapan Wilayah Kelurahan pada Jalur Online Wilayah dan Rayon pada sistem Online PPDB tahun ini.

Dua draft aturan di atas menjadi materi kajian dalam Forum Diskusi Malang Pagi yang digelar pada Rabu malam (22/06/2016). Forum merekomendasikan beberapa hal penting yaitu, Pemkot hendaknya mensosialisasi aturan baru ini ke masyarakat agar mudah dipahami terutama yang berkaitan dengan wilayah kelurahan tertentu yang berhak merebutkan 25% pagu online berdasarkan wilayahnya. Berdasarkan pembagian wilayah yang diatur Dindik, apabila tidak dikomunikasikan secara jelas ke publik maka rentan terjadi salahpaham di masyarakat terutama bagi calon siswa dari kelurahan terdekat sekolah yang terbatas aksesnya mengikuti online wilayah.

“Perubahan mendasar ada pada sistem online yang berubah menjadi 2 jalur yaitu Online berdasarkan wilayah Kelurahan (domisili) calon murid dan online reguler (umum) yang seperti biasanya. Format ini membuka peluang bagus bagi warga sekitar sekolah tetapi wilayah dan sekolah tujuannya sudah ditentukan oleh Dinas Pendidikan. Online tahap ini akan mengisi pagu 25 % dari total kursi yang tersedia.” Suhermanto Koordinator Bidang Pendidikan Litbang Malang Pagi menerangkan resum diskusinya.

Dicontohkannya, Calon Murid dari Kecamatan  Sukun dan Lowokwaru misalnya, tidak akan bisa mengikuti Online Wilayah tujuan SMAN 1 (memperebutkan 77 Kursi) sebab online wilayah untuk SMAN yang terletak di utara Balaikota ini hanya bisa diikuti oleh calon murid yang berdomisili di Kelurahan Purwodadi, Arjosari, Balearjosari, Oro-oro Dowo, Kauman dan Kelurahan Klojen. Bahkan dari Kiduldalem yang bertetangga dengan sekolah favorit inipun tidak berhak mengikuti jalur online wilayah. Melainkan harus menunggu online kedua (Reguler) yang tingkat kompetisinya lebih berat meskipun kuota pagunya masih banyak (231 kursi).

Demikian pula SMAN 6 misalnya, tidak akan bisa diakses oleh siswa dari Kecamatan Klojen, Blimbing dan Lowokwaru pada sistem Online Wilayah. Karena SMAN yang terletak di dekat GOR Ken Arok ini, online wilayahnya (dengan jatah 80 Kursi) hanya boleh diikuti oleh calon siswa yang berasal dari Arjowinangun, Tlogowaru, Bumiayu, Wonokoyo, Buring dan Kebonsari. Tetapi masih ada 240 kursi yang bisa direbut pada Online Reguler tanggal 30Juni-1Juli.

“Untungya PPDB Online berdasarkan Wilayah ini dibatasi 25% dari total Pagu. Sementara 75% untuk Online Reguler. Contohnya, SMPN 1 membuka peluang kepada calon siswa yang berasal dari Kelurahan Oro-oro Dowo dan Gading Kasri untuk mengikuti online wilayah, dan ada jatah 64 kursi untuk mereka perebutkan dan 192 kursi disisakan untuk online reguler. Nilai NUN yang rata-rata 7 pun berpeluang masuk di online wilayah sebab pesaingnya hanya antar 2 kelurahan dan belum tentu peserta tahap ini memiliki nilai rata-rata 9 yang biasanya banyak di Online Reguler,” Herman juga menjelaskan detail dampak dari perubahan aturan ini.PPDB tahap online Wilayah yang dilakukan tanggal 27-28 Juni 2016 untuk SMPN, SMAN, dan SMKN harus berdasarkan zona sekolah yang sudah ditentukan oleh keputusan yang dari Dindik. Demikian pula dengan sistem rayon pada Online Reguler, sudah ditentukan berdasarkan keputusan terbaru Dindik Kota Malang.

Contoh lain diuraikan, bagi calon siswa yang ingin masuk di SMKN 4 tetapi domisilinya di luar Kelurahan: Kasin, Sukoharjo, Kauman, Kiduldalem, Kotalama, dan Klojen maka tidak memiliki peluang merebutkan 279 Kursi pagu online wilayah, melainkan harus menunggu tanggal 30 Juni s.d. 1 Juli 2016 untuk mengikuti online reguler (dengan sisa 837 kursi) bersaing dengan calon siswa se-Kota Malang dan dari luar kota.

“Saran kami kepada masyarakat khususnya kepada calon siswa, pertama pastikan dahulu sekolah mana yang ingin dituju dengan melihat rasio Nilai (NUN maupun Raport), lalu catat dengan rinci jadwal PPDB online Wilayah maupun Reguler, lalu ketahui dengan jelas pembagian wilayah dan rayonnya, perhatikan ketentuan dan syarat-syarat pendaftarannya. Bila ada hal yang tidak dipahami maka jangan ragu untuk bertanya ke sekolah. Apabila merasa kesulitan akses informasi dari pihak sekolah maka wali murid berhak menuntut keterangan yang jelas ke kantor dinas pendidikan di jalan veteran,” saran Suhermanto yang juga berjanji akan menerjunkan tim pengawas PPDB 2016 yang SDM-nya akan dibantu oleh devisi Hukum Litbang Media ini. (tim/red.)

You May Also Like

Leave a Reply