UB Kembali Cetak Rekor MURI

MALANGUPDATE-Universitas Brawijaya (UB) mencetak rekor Lukis Tas Dengan Peserta Terbanyak, yaitu 1.437 orang. Rekor ini dicatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Kegiatan dalam rangka peringatan Dies Natalis UB ke-55 ini dihelat di GOR Pertamina, Sabtu (18/12/2017). Peserta terdiri dari mahasiswa seluruh fakultas, dosen, dan masyarakat umum.
Ketua Pelaksana Fatmawati, MSn mengatakan, teknis pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan pemberian tas model totebag berbahan kanvas dengan ukuran 32 x 36 cm dengan berbagai pola kepada para pesrta. “Mereka diberi kebebasan melukis pada dua sisi tas tersebut dengan cat,” ujarnya.
Fatmawati menambahkan, bahan kanvas untuk tas ini ramah lingkungan, yang dapat mengurangi penggunaan plastik, dan modelnya yang fashionable.
“Sesuai dengan tema Keberagaman Nusantara, kegiatan ini diikuti peserta yang terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda, yang dapat melebur menjadi satu menciptakan kreativitas,” papar Fatmawati.
Rektor UB Prof Dr Ir Mohammad Bisri, MS menuturkan, kegiatan ini merupakan salah satu cara branding UB di level dunia. “Dengan tercatatnya di rekor MURI, reputasi akademik semakin meningkat, dan UB akan semakin dikenal.” ucapnya.
Sementara itu Wakil Direktur MURI Osmar Semesta Susilo mengatakan, kegiatan ini merupakan rekor ke 8.223 yang telah dicatat MURI. “Awalnya UB mengusulkan peserta sebanyak 1000 orang, namun karena antusiasme mahasiswa, dosen, dan masyarakat, jumlah peserta melebihi ekspektasi, sampai 1.437 orang,” jelasnya.
Menurut dia, pencatatan rekor MURI berdasarkan tiga indikator, yaitu Pertama, Paling, serta Unik dan Langka. “Semoga pencatatan rekor baru ini dapat memotivasi institusi dan mahasiswa sebagai bagian dari suatu yang historical,” harap Osmar.
Kegiatan ini ternyata juga diikuti sejumlah mahasiswa difabel dan mahasiswa asing.
Salah satunya mahasiswa tuna netra Agung Pamuji yang sangat mengidolakan pahlawan Untung Suropati. “Beliau sangat cocok buat digambar di tas saya,” ujarnya.
Tidak hanya diikuti mahasiswa difabel, pemecahan rekor MURI juga diikuti 11 mahasiswa asing Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA). Mohammed Bosha dari Sudan mengaku terkejut ketika halaman yang harus diwarnainya adalah semboyuan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika. “Karena saya tahu ini adalah Bhinneka Tunggal Ika, maka saya akan mewarnai seperti warna bendera Indonesia merah putih. Di sisi yang lain akan saya lukis bunga, karena saya suka pemandangan alam,” paparnya.
Sementara itu mahasiswa BIPA asal India Tanya Patel mengatakan, keikutsertaannya dalam kegiatan ini karena ketertarikannya pada seni menggambar. “Saya ingin membuat lukisan modern art di tas ini,” pungkasnya.(*)

You May Also Like

Leave a Reply