Kiai Marzuki Mustamar Sepakat Pada Pasangan Nanda-Wanedi Soal Noto Malang

MALANGUPDATE – Perluasan kawasan dan penambahan kecamatan merupakan hal penting untuk memajukan Kota Malang ke depan. Karena itu pemimpinnya harus mampu berkoordinasi dengan kabupaten Malang dan Kota Batu tentang kawasan-kawasan yang bisa dimasukkan ke wilayah Kota Malang. Itulah nasihat Kiai Marzuki Mustamar pada pasangan Nanda-Wanedi saat melakukan kunjungan ke pesantren Syabilurrosyad, Kota Malang, Senin (22/1/2018).

Menurut Kiai Marzuki, luasnya daerah Kota Malang saat ini kurang memungkinkan untuk berkembang. Kota yang maju membutuhkan wilayah yang luas untuk berbagai pengembangan termasuk sektor industri dan pendidikan.

“Kalau cuma lima kecamatan bagaimana Kota Malang dapat mengembangkan diri, karena itu nanti mbak Nanda dan mas Wanedi perlu berkoordinasi dengan Rendra dan Dewanti, soal kawasan yang bisa dimasukkan ke Kota Malang,” tutur pria yang juga dosen UIN Maliki Malang itu.

Setelah pengembangan terjadi, Kiai Marzuki juga menginginkan adanya prioritas bagi masyarakat asli Kota Malang dalam mendapat kesempatan kerja. “Jangan sampai nanti warga Malang sendiri kesulitan mencari makan, mereka harus diutamakan,” lanjutnya.

Kiai Marzuki juga memberi beberapa wejangan soal bagaimana noto malang ke depannya. Di antaranya: soal wajah Kota Malang yang masih banyak anak jalanan. Menurut dia, mereka harus didekati secara manusiawi. Ditanyakan identitasnya, jika orang Malang maka harus diperhatikan, namun kalau bukan Malang maka sebaiknya dikembalikan ke Pemerintah Provinsi.

“Tapi jika Pemprov meminta kita untuk merawat mereka, kita harus siap, kita harus dirikan pusat rehabilitasi, baik untuk keagamaannya maupun untuk kesehatannya. Dan jika sembuh mereka diberi prioritas kerja,” imbuhnya.

Wejangan yang kedua, yaitu menjadikan Kota Malang pusat pendidikan internasional dengan mendirikan kampus Islam dan sekolah bertaraf internasional. Hal ini sangat positif, karena akan ada banyak orang asing yang datang ke Malang, tentu saja akan memberi multi efek.

“Ini akan baik bagi penjual makanan, kos-kosan juga laku, hotel saat wisuda juga laku, dan Kota Malang mendunia. Artinya kota kita akan maju, dapat riski, dan terhormat,” kata dia.

Sementara, Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Dr Ya’qud Ananda Gudban dan H  Ahmad Wanedi menyatakan sangat setuju dengan saran dan masukan Kiai Marzuki. Pasalnya, semua saran-saran itu sesuai dengan konsep Noto Malang.

“Dari awal kita tegaskan bahwa untuk noto Malang ini, tidak bisa Nanda-Wanedi sendirian, melainkan harus melibatkan semua elemen, karena itu kami perlu datang ke masyarakat dan tokoh masyarakat,” terang Nanda menanggapi masukan Kiai Marzuki.

Nanda juga menegaskan bahwa soal perluasan kawasan Kota Malang sangat memungkinkan jika dirinya diberikan kesempatan memimpin kota dingin ini. Pasalnya, Bupati Malang Rendra Kresna dari partai Nasdem dan walikota Batu Dewanti Rumpoko dari partai PDIP. Dua partai ini merupakan partai pengusung bagi pasangan Nanda-Wanedi.

“Sebetulnya, kalau kami diberikan kesempatan maka kami sangat mudah berkomunikasi dengan Pak Rendra dan Bu Dewanti,” tutur dia.(*)

Foto-foto : ist

You May Also Like

Leave a Reply