KPK Tetapkan 18 Anggota Dewan Kota Malang Tersangka Kasus Suap

MALANGUPDATE -Beberapa bulan terakhir, prahara suap dan korupsi menyelimuti Kota Malang. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Wali Kota Malang Mochammad Anton sebagai tersangka suap terkait dengan pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015. Seperti diketahui, M Anton saat ini merupakan calon Wali Kota yang akan maju dalam Pilkada Malang 2018-2023.
Namum Anton tak sendirian. Ia dijerat bersama 18 anggota DPRD Kota Malang lainnya. Salah satu Ya’qud Ananda Budban, yang juga calon Wali Kota Malang 2018-2023.D

Menanggapi hal tesebut, juru bicara Paslon Nanda dan Wanedi (Menawan) Dito Arief mengaku bahwa timnya tetap solid untuk memenangkan Paslon ini.

img-20180321-wa0020

“Kasus hukum yang sedang dihadapi,  tidak mengurangi daya dobrak tim sukses untuk tetap bekerja. Bahkan, dengan adanya hal itu makin membuat tim Menawan semakin solid,” ujarnya.

Ia menambahkan, tim sangat menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan dan akan terus kooperatif bersama aparat penegak hukum. “Kita mengedepankan azas praduga tidak bersalah. Kami menghormati proses hukum yang berlaku,” tukasnya.

Terkait dengan kampanye, tidak ada perubahan dan kendala, karena sudah terjadwal secara sistematis. “Pilkada terus berjalan, proses kampanye tetap jalan. Pasangan Menawan tetap akan turun menyapa masyarakat. The Show Must Go On,” imbuhnya.

Mbak Nanda dan Sam Wanedi, lanjut Dito akan terus memperjuangkan keadilan, harapan serta kemenangan dan bersama-sama masyarakat Menata Kota Malang lebih baik ke depannya.

“Slogan Ayo Noto Malang akan terus berkibar dan menggaung di Kota Malang sebagai sebuah ikhtiar untuk memperbaiki Kota Malang di masa mendatang,” pungkas Dito (*)

Foto : ist


 

You May Also Like

Leave a Reply