Jembatan Kaca Ngalam Pertama Diresmikan di Kota Malang

MALANGUPDATE- Jembatan kaca pertama di Indonesia akhirnya diresmikan Walikota Malang H Moch Anton, Senin (9/10/2027).
Jembatan ini diberi nama Jembatan Ngalam Indonesia. Tingginya 9,5 meter serta menghabiskan dana Rp 1,2 miliar. Jembatan ini dibangun dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Inti Daya Guna Aneka Warna (Indana) bekerja sama dengan Pemkot Malang dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Peresmian ini menandai terhubungnya.dua kampung tematik, yakni Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi yang selama ini terpisah sungai Brantas.

Persemian-Walikota Malang H Moch Anton (dua dari kiri), saat seremonial peresmian Jembatan Kaca Ngalam
Persemian-Walikota Malang H Moch Anton (dua dari kiri), saat seremonial peresmian Jembatan Kaca Ngalam

Wali Kota Malang Moch Anton berpesan agar warga kedua kampung tersebut bisa merawat jembatan kaca dengan baik. “Jembatan dari kaca ini semoga bisa dilihat sebagai lambang transparansi warga Malang,” harapnya.
Vice President PT Indana Steven Sugiharto menambahkan, kehadiran jembatan tersebut dapat semakin melengkapi kawasan ikonik pariwisata Kota Malang tersebut. Dulu, kedua kampung itu terlihat kumuh. “Selain menghilangkan kesan kumuh, semoga semakin meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar,” harapnya.
Melewati Kaca-Warga mencoba melintas jembatan kaca
Melewati Kaca-Warga mencoba melintas jembatan kaca

Sementara itu Direktur Utama Perum Jasa Tirta 1 Raymond Valiant mengatakan, adanya jembatan ini harus dengan tetap mengingat bahwa pemanfaatan ruang sungai untuk keperluan masyarakat, harus memperhatikan berbagai aspek baik teknis, sosial, ekonomi maupun kewaspadaan terhadap bencana, lewat pendekatan arif namun tegas.
“Salah satunya adalah adanya pemasangan peilschaal atau papan duga peringatan tinggi muka air sebagai peringatan dini terhadap risiko banjir,” harapnya.
Raymond mengatakan, Perum Jasa Tirta I telah memberikan pertimbangan teknis yang menyatakan tidak berkeberatan apabila jembatan wisata tersebut memenuhi persyaratan antara lain, elevasi girder terendah minimal 1,5 meter di atas muka air banjir 50 tahunan, dibangun perkuatan tebing pada hulu dan hilir agar aliran tidak menggerus abutment jembatan.
Terhubung - Kampung Warna Warni Jodipan akhirnya terhubung dengan Kampung Tridi
Terhubung – Kampung Warna Warni Jodipan akhirnya terhubung dengan Kampung Tridi

“Semoga jembatan wisata ini telah memenuhi standar perencanaan dimaksud dan dapat berfungsi sesuai harapan masyarakat,” pungkasnya. (putra)

Foto-foto : malangupdate/putra

You May Also Like

Leave a Reply