PWI Malang Raya Gelar Sosialisasi KEJ

MALANGUPDATE-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menggelar Sosialisasi Undang-Undang (UU) Pokok Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) kepada Aparatur Sipil Negara (ASN)  di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang di Pendapa Agung
Kabupaten Malang, Rabu (23/8/2017).
Sosialisasi Undang Undang Pers dan KEJ ini diikuti seluruh camat dan kepala dinas di Lingkungan Pemkab Malang serta seluruh anggota Forkompimda, seperti dari Kodim 0818, Polres Malang, Kejaksaan Negeri, dan Pengadilan  Negeri.
Bupati Malang H Rendra Kresna menuturkan bahwa media sangat diperlukan pemerintah terkait publikasi dan informasi kepada masyarakat tentang keberhasilan pembangunan, karena keberhasilan pembangunan suatu daerah tanpa ada peran publikasi di media, percuma jika tidak diketahui masyarakat.

dsc_0144
Cenderamata -Bupati Malang H Rendra Kresna menerima cenderamata dari Ketua PWI Malang Raya Sugeng Irawan.

Menurut Rendra Kresna, dirinya menyambut baik kegiatan ini dan berharap ke depan bisa bersinergi dan dimengerti oleh seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemkab Malang.
“Jangan takut dengan media, namun informasi atau data sebaiknya diberikan  sepanjang program kerja memang sudah selesai, sebaliknya jangan dipublikasikan dulu jika belum selesai,” ujarnya saat membuka acara.
Semakin baiknya interaksi antara media dan para ASN ini akan membuat suasana menjadi lebih kondusif dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Malang ini.
“Namun semuanya harus berimbang, sebagai contoh apabila pembangunan jalan di Kabupaten Malang sudah berhasil 80 persen, jangan yang dijadikan headline berita malah 20 persen yang masih rusak,” paparnya.

Beri Tips - Jurnalis senior M Zen memberi tips menghadapi wartawan nakal kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Malang.
Beri Tips – Jurnalis senior M Zen memberi tips menghadapi wartawan nakal kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Malang.

Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya Sugeng Irawan menjelaskan, kegiatan Sosialisasi ini digelar karena adanya keluhan dari para ASN di lingkungan Pemkab Malang yang kerap mendapatkan gangguan dari wartawan abal-abal alias wartawan gadungan.
“Sosialisasi ini penting sebagai upaya menjalin hubungan antara media dengan ASN, sebab selama ini banyak jurnalis yang mengeluhkan sulitnya menggali data dari narasumber apabila terjadi suatu permasalahan,” ujarnya.

Tanya Jawab-Salah seorang peserta perwakilan dari Polres Malang saat bertanya dalam sesi tanya jawab.
Tanya Jawab-Salah seorang peserta perwakilan dari Polres Malang saat bertanya dalam sesi tanya jawab.

Menurut dia, sosialisasi ini juga sebagai sarana memberi pengertian kepada ASN Pemkab Malang untuk menghadapi jurnalis, sehingga informasi dapat diberikan dengan lebih mudah karena sudah saling memahami.
“Saya berharap kegiatan ini dapat membawa wartawan, baik dari media cetak, elektronik ataupun media online menjadi jurnalis yang professional sesuai dengan KEJ,” tutupnya.
Para ASN mendapat materi dari dua jurnalis senior, yakni M Zen dan Husnun N Djuraid. M Zen memberi materi tentang tips mengatasi wartawan ‘nakal’ yang juga telah ia terbitkan dalam sebuah buku. Sementara Husnun menekankan pentingnya para ASN
mengenal identitas jurnalis, baik dari kartu yang dikeluarkan organisasi profesi wartawan serta kompetensinya lewat kelulusan Uji Kompetensi Wartawan. (putra)

foto-foto : malangupdate/putra

You May Also Like

Leave a Reply