Sutiaji: NKRI Harga Mati

MALANGUPDATE-Rasa persatuan, kebersamaan, keharmonisan mulai pudar ditengah kehidupan bangsa Indonesia. Banyak orang merasa benar sendiri, merasa besar sendiri.

Bhinneka Tunggal Ika adalah keniscayaan, NKRI adalah harga mati, pembukaan UUD adalah ruh bangsa, dan Merah Putih itu mari kita jaga.

Demikian dikatakan Sutiaji di depan anggota Naluri Budaya Leluhur Spiritual, di Rumah Makan Inggil Jl. Gajahmada, (1/6/2018).

img-20180602-wa0021
Sutiaji melakukan silaturahim dengan anggota Naluri Budaya Leluhur Spiritual untuk memantapkan solidaritas kebangsaan dengan pokok pikian mempertahankan dan meningkatkan Rasa Kesatuan dan Persatuan Demi Mewujudkan Dunia Satu Keluarga.

“Tuhan menciptakan manusia bermacam-macam, setiap ciptaan pasti memiliki artinya masing-masing. Tuhan menciptakan kita dalam bermacam-macam etnis, suku, budaya dan kepercayaan, maka berbeda-beda itu boleh. Memilih adalah otoritas personal, kita dibebaskan memilih sepanjang itu masuk dalam koridor-koridor yang benar”, ujar Sutiaji.

img-20180602-wa0022
Bangsa Indonesia yang beragam etnis ini bisa dipersatukan dengan pemahaman budaya nasional yang benar. Perbedaan bukan untuk saling menjauhi, melainkan untuk saling megenal dan memperkaya komunikasi budaya dalam mewujudkan kehidupan bersama yang harmoni sebagai sebuah bangsa yang bermartabat.

“Komitmen saya untuk membangun itu semua. Setelah reformasi, pemahaman kebersamaan kita makin mengendur, inilah saatnya kita bangkit lagi”, tandasnya. (*)

Foto-foto: ist

You May Also Like

Leave a Reply