Berprofesi di 3 Dunia, Alena Wu kembali luncurkan album Baru

342388_alena-wu_663_382Asia Bagus awal karir di dunia tarik suara

Berprofesi di 3 bidang dunia seni mungkin masih jarang dilakukan oleh artis manapun. Tapi tidak bagi Alena Wu , presenter, artis film dan penyanyi asal kota Malang ini sudah pernah dia jajaki. Dia Alena,  penyanyi cantik nan jelita yang mengawali karirnya sebagai semifinalis “Asia Bagus” tahun 1998  adalah Coroline Gunawan atau yang lebih di kenal dengan nama “Alena Wu”.

Ketika kita berbicara tentang bakat, Alena Wu  memang tidak akan habis  dalam  urusan dunia tarik suara. Untuk urusan jam  terbang serta profesionalisme dalam dunia tarik suara Alena sudah sangat teruji. Namun untuk urusan popularitas pada saat itu di tahun 2000 Alena belum mendapat hadiah dari sang Maha Kuasa. Dalam dunia tarik suara hampir semua penah dirasakannya seperti menjadi backing vocal yang  tergabung dalam Elfa’s Singers Choir, bernyanyi solo, dan dia pun  pernah merasakan menyanyi dari cafe ke cafe.

Apa yang menjadikan dirinya  bangga menjadi seorang  penyanyi ?

Dengan nada mantap Alena menjelaskan secara gamblang  bahwa  memilih sebagai penyanyi adalah saat dia mampu mengharumkan nama Indonesia di mata dunia internasional, dan sekaligus bangga menjadi anak Indonesia saat dirinya lolos grand final “Asia Bagus” pada tahun 2000 di Malaysia.

“Anda bisa bayangkan, pemenang dalam penyelenggaraan Asia Bagus diawali dan ditutup dari Indonesia. Diawali oleh Krisdayanti sebagai pemenang dan ditutup oleh saya sebagai juara, asal kota yang sama dan negara yang sama”, jelas Alena. Baginya berprestasi itu lebih penting dari sekadar popularitas. Jika kita mampu menunjukan kualitas dan berhasil selalu meraih prestasi popularitas akan selalu mendampingi.

“Saya tidak pernah mengejar popularitas ataupun menjadikan diri saya terkenal. Jika hanya ingin terkenal gampanglah jalannya, tetapi untuk selalu tetap berprestasi dan berkualitas dalam dunia tarik suara banyaklah rintangan juga hambatannya. Sehingga kita dipaksa untuk selalu belajar dari setiap pengalaman dari berbagai rintangan”, ungkap  Alena.

Perjalanan keartisan Alena Wu sungguhlah panjang dan berliku. Sebelum eranya,  Alena dalam Asia Bagus ada kerjasama mutualisme antara Asia Bagus dengan Sony Music Indonesia. Salah satunya adalah Rio Febrian. Rio adalah pemenang Asia Bagus tepat sebelum Alena. Sehingga jalur keartisan Rio pun lebih mudah, karena langsung ditangani oleh produksi rekaman musik.

“Sebenarnya waktu era ku juga masih kerja sama antara Asia Bagus dengan Sony Music Indonesia, namun ‘pas’ di final tepatnya pada tahun 2000 kontrak kerja sama antara keduanya putus. Sehingga ketika aku keluar sebagai pemenang, aku tidak kebagian label”, seru Alena sambil mengikhlaskan keadaan saat itu.Sampai pada akhir juaranya di Asia Bagus Alena tidak mempunyai label apapun, sehingga memaksa dirinya bekerja keras untuk membuat demo-demo lagu serta mengirimkannya kesetiap produser rekaman.

Alena bertemu  Popo Fauza, Perjuangan yang membuahkan hasil

Pada suatu ketika Alena dipertemukan dengan Popo Fauza (sekarang menjadi suaminya) oleh keadaan. Popo Fauzan adalah ‘anak baru’ dalam dunia musik Indonesia pada saat itu. Popo adalah perantauan dari kota Malang yang mencoba berkarya di kerasnya ibu kota. Popo pun akhirnya banyak membuatkan lagu untuk Alena. Kedekatan secara adat rupanya semakin memudahkan antara Popo dan Alena dalam bersosialisasi, sehingga mereka yang tentunya dibantu teman-teman yang lain mampu menciptakan karya musik yang original dan memiliki nilai jual yang unik.

Bersama Popo Fauza , Alena membuat demo musik bersama yang kemudian dibawa ke universal musik. Seperti halnya jodoh, Alena dan Popo langsung bertemu dengan orang yang tepat. Managing director Universal Music langsung yang mendengarkan demo musik tersebut dan ternyata beliau menyukai warna musik dan vokal dari Alena. Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2002, namun Alena baru bisa membuat album sekitar tahun 2003 dan mulai diperdengarkan kepada masyarakat Indonesia.

Namun momentum baik tersebut harus dirusak dengan kurang bagusnya penjualan album tersebut, lantaran masih jarang masyarakat Indonesia yang pernah mendengar lagu-lagu dalam album tersebut. “Aku juga kurang tahu kenapa bisa seperti itu, tapi aku melihat sepertinya promonya yang kurang gencar sehingga jarang yang pernah dengar. Palingan hanya segelintir mereka yang gemar mendengarkan radio”, ungkap Alena sambil mengomentari kegagalan albumnya. Perjuangan tersebut akhirnya mampu dilewati Alena yang pada akhirnya kini, ia mampu dikenal sebagai salah satu penyanyi wanita top tanah air.

Dunia layar lebar juga layar kaca pernah di gelutinya

Album dibuat setelah dirinya mendapatkan respon yang baik saat bermain dalam film produksi Hongkong berjudul Silent Hero(es): Was Unspoken, Now Undivided.

“Album ini memang respon setelah film yang saya bintangi masuk dalam festival film internasional di Hong Kong di tahun 2013. Lagunya sendiri tentang happynes. Bikin lagu positif terus dan memberikan pencerahan untuk Indonesia,” ujar Alena

Bicara soal filmnya sendiri, Alena menceritakan jika Film itu sepenuhnya menggunakan bahasa Mandarin. Meski awalnya film tersebut hanya dibuat untuk festival, baginyaini merupakan  suatu tantangan . Alena  mengatakan, dirinya berperan sebagai Ping-Ping, kakak pemeran utama di film tersebut. Film besutan Ducko Chan itu menceritakan kesukaan seorang anak kepada barongsai. Namun, rasa suka tersebut akhirnya malah menjadi konflik dalam keluarganya.

’’Inti ceritanya tentang hope, dream, dan passion anak-anak muda. Bercerita tentang mengejar mimpi,’’ tutur Alena.

Karena filmnya dibuat dalam bahasa Mandarin, memang suatu yang menjadikan dirinya lebih tertarik dan benar-benar tertantang. Meski bisa berbahasa Mandarin,tapi  dialog pada film tersebut sangat panjang dan lebih sulit diucapkan. ’’Aku bisa bahasa Mandarin, tapi belum jago lah. Kalau di i Hongkong sana, mungkin bahasa Mandarinku masih level anak SD,’’ ungkapnya dengan tertawa.

Selain Alena, artis dari Indonesia yang ikut berperan dalam film yang berlokasi syuting di Singkawang, Singapura, dan Jakarta itu adalah Nirina Zubir. Selebihnya, beberapa selebriti Hongkong yang banyak berperan. Di antaranya, Firman Liem dan Freddy Shu. Alena tidak hanya mendapat peran di film tersebut. Dia juga mendapat kehormatan untuk menyanyikan soundtrack filmnya. Film itu sedang diusahakan untuk bisa ditayangkan di Indonesia.

Peduli pendidikan, Elena dirikan ASA bagi anak jalanan dan terlantar

Aktif di dunia entertainment, bukan berarti pasif dalam urusan sosial. Alena Wu punya cara tersendiri untuk berbagi kepedulian terhadap masalah pendidikan anak-anak terlantar. Ia pun tergerak untuk mendirikan taman belajar Alena Sahabat Anak (ASA). Ini merupakan wadah untuk anak-anak yang tinggal di lingkungan padat sekitar rumah susun Senen untuk belajar bersama. Lokasi tepatnya berada di Taman II, Jl. Abimanyu, Kelurahan Johar Baru, Galur Senen, Jakarta Pusat (dekat rusun tanah tinggi).

Pada 23 April 2008, Alena dan beberapa artis lainnya yang konsen terhadap masalah pendidikan menjadi duta dalam acara tahunan World Book Day. Menyinggung keikutsertaan dirinya dalam World Book Day ini Alena menegaskan misinya sama dengan yang diusung oleh Unesco melalui World Book Day yakni mengedukasi mayarakat agar gemar membaca buku. “Karena aku sendiri sudah suka baca buku sejak dari kecil. Buku itu benar-benar jendela dunia. Melalui buku kita jadi semakin cerdas,” ujar alena yang pernah  menyandang gelar Cum Laude Fakultas IISIP, Universitas Pelita Harapan ini.Pada 29 Juni 2008, bersamaan dengan kampanye Peduli Lingkungan ini, Alena tampil dalam acara Rotaray Preserve Panet Earth .

 Alena Wu terpanggil untuk membantu meningkatkan dunia pendidikan anak-anak yang kurang mampu sehingga mereka bisa menjadi tunas-tunas muda yang berkualitas. Atas dasar pemikiran itu dan juga karena Alena Wu merupakan sosok yang sangat peduli dengan dunia pendidikan, maka dia dirikanlah ASA pada tahun 2009.

“Awal berdirinya komunitas ini banyak mengalami berbagai hambatan. Karena semangat dan niat tulus, maka terbentuklah komunitas pendidikan ini yang fokus kepada pelajaran tambahan untuk anak-anak yang membutuhkan secara gratis. Contohnya pelajaran baca tulis untuk anak TK dan juga pelajaran Matematika, Inggris dan pengembangan karakter lewat story telling,” kata Alena

Saat ini ASA dikelola oleh pasangan suami istri Bapak dan Ibu Agus Wahyuning, dengan memiliki 15 orang pengajar yang mayoritas adalah mahasiswa. Jumlah murid ASA saat itu mencapai 200 murid, mulai dari kelas TK, SD dan SMP. Kelas berjalan seminggu 2 kali yaitu pada pukul 14.00 – 16.30 wib, tiap hari Selasa dan Sabtu.

Nah tahun lalu, tepatnya  di Hari Ibu  dia menggelar acara syukuran 5 tahun ASA di Pluit Junction Mall. Ini merupakan acara Performance ASA yang pertama kali. Tema acara ini adalah HOPE, tentang harapan untuk jangan pernah takut untuk bermimpi setinggi-tingginya untuk meraih cita-cita.

“Tujuanku mengadakan acara itu untuk melatih kerjasama, kreatifitas seni dan kepercayaan diri pada anak-anak didik. Aku juga berharap dari acara ini, semakin banyak yang tergerak hatinya untuk ikut sebagai volunteer dalam komunitas pendidikan ASA, sehingga dapat membuka tempat belajar di lokasi lainnya,” paparnya

“Menjadi guru taman kanak-kanak, merupakan salah satu cita-citaku sejak kecil. Secara ajaib, cita-cita itu diberikan Tuhan lewat jalan yang berbeda. Aku berharap anak-anak bisa lebih percaya diri akan kemampuan belajar mereka dan berkembang secara karakter dengan cara pengajaran yang menarik. Sesuai dengan tema acara HOPE: Masa Depan Sungguh Ada, Harapan Tak Akan Hilang,” terang Alena.

Untuk yang satu ini Alena memang tidak melibatkan lembaga pemerintah dan non pemerintah dalam mendanai sekolahnya .Bintang film ‘Crazy Love’ ini rela mengeluarkan dari kantong pribadi sendiri untuk kebutuhan anak-anak sekolahnya tersebut.

“Saya dan keluarga yang memberikan buku-buku, cek kesehatan gratis buat anak-anak, di sekolah ASA ini mereka bejar dari usia Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK) hingga SD. Gurunya disini juga ada,” ujarnya.

Alena Wui mengatakan semenjak kecil, memang  dirinya bercita-cita menjadi dokter anak, guru TK dan penyanyi. Ia pun mengaku bangga cita-citanya untuk mendirikan sekolah buat anak-anak dari keluarga tak mampu itu tercapai.

“Saya ingin mencerdaskan kehidupan bangsa, sebab anak-anak merupakan generasi bangsa, jadi masa depannya harus diperhatikan, Kalau mereka berbakat menyanyi, saya akan menyalurkan talenta mereka untuk rekaman dan menjadi seorang penyanyi atau artis,” ucap pelantun ‘Tersenyumlah’ ini.

Tips agar tetap tampil Fit dengan 3 keseimbangan pola hidup sehat

Ternyata resep setia Alena agar tetap fit dalam menjalani rutinitas rekaman, promo album, serta menciptakan karya musik adalah dengan menyediakan waktu untuk berolah raga. “Aku mendapatkan transformasi ilmu tentang kesehatan ketika operasi lutut ku yang kedua di Singapura. Aku membaca buku yang berjudul ‘Living Health’ yang banyak menceritakan tentang pola makan yang baik, pola istirahat yang berkualitas, dan lain-lain tentang motivasi dalam menjaga kesehatan”, ungkap Alena.

Alena termasuk manusia yang mudah terserang penyakit. Biasa penyanyi kelahiran Malang ini sering terserang penyakit radang tenggorokan. “Saking seringnya radang aku sampai kebal dengan penisilin”, tambah Alena. Namun dari sekian penyakit yang pernah dideritanya secara perlahan dikit demi sedikit menghilang. Ternyata Alena gemar sekali melakukan pola makan yang sehat. “Aku dari pagi sampai siang jam 12 makan buah. Menurut buku yang aku baca bahwa tubuh manusia dari pagi sampai siang sedang mengalami proses pembersihan”, tambah Alena.

Bagi Alena jika dipagi hari kita terbiasa mengkonsumsi makanan berat, maka energi yang seharusnya membersihkan badan dipakai untuk membakar makanan yang masuk ke dalam tubuh. Sangat disayangkan, seharusnya tubuh mampu dalam kondisi yang bersih agar tetap sehat dan bugar, namun kembali harus dikotori oleh asupan makanan yang masuk.

Untuk urusan berolahraga, wanita bertinggi 168 cm ini ternyata dari kecil sudah gemar melakukannya. Bahkan sempat tergabung dalam klub basket nasional ternama di Malang yakni Bima Sakti Nikosteel. Bukan hanya bola basket yang ditekuninya, olahraga renang pun menjadi kesehariannya, dan Alena pun tergabung dalam klub renang ORKA di Malang. Ternyata olahraga sudah menjadi kewajiban dalam keluaraga.

Hampir setiap bagian dalam keluarga adalah mereka yang gemar akan olahraga. Bahkan sang ayah pun adalah mantan ketua pengurus klub basket Bima Sakti Nikosteel.

Dengan berolahraga ternyata mampu merubah Alena menjadi seseorang yang lebih disiplin dan tentunya lebih peduli akan pentingnya kesehatan. Namun sangat disayangkan, makin kemari Alena harus mencari olahraga yang pas untuknya. Cedera lutut yang berkepanjangan membuat Alena kesulitan (bahkan dilarang) untuk berlari. Oleh sebab itu belakangan ini Alena akrab ditemui di-fitness center. Di-gym Alena menemukan olah raga yang sekiranya tidak membahayakan lututnya, seperti bersepeda, weight training dan mengikuti kelas. Seperti halnya pelaku fitness, Alena mampu menghabiskan waktunya seminggu 3 kali untruk nge-gym.

Tapi kendala yang biasa dihadapi Alena dalam berolah raga adalah konsistensi. “Aku belum menemukan metoda yang mampu membuat aku rajin berolah raga”, ujar Alena. Walaupun Alena sudah mampu membuktikan khasiat olah raga bagi kesehatan dan kebugaran tubuh, namun menjadikan olah raga sebagai bagian hidup masihlah jauh dari baik. Oleh karena itu terkadang Alena mengalami kondisi yang kurang fit.

Tetapi belakangan ini Alena sedang membiasakan push up di pagi hari sebagai bentuk perawatan kebugaran dan bentuk tubuhnya. Info tersebut didapatnya dari sesama rekan penyanyi yang menganjurkan Alena untuk rajin-rajin push up demi demi terciptanya tubuh yang proporsional. Untuk nge-gym itu sendiri Alena ternyata sudah lama menggelutinya.

Kebiasaan akan berolah raga (walupun kini sedikit malas) ternyata membawa Alena agar selalu bergerak demi terciptanya tubuh yang bugar. Namun lantaran cedera dilutut terpaksa Alena memilih-milih olah raga. Olah raga basket yang dulu sempat digelutinya terpaksa harus perlahan ditinggalkan. Tetapi Alena masih aktif renang disetiap minggunya, selain untuk melatih pernafasan yang mendukung olah vokalnya Alena menjadikan renang sebagai refreshing setelah melakukan rutinitas sehari-hari.

Bagi Alena berolah raga sudah menjadi kebutuhan yang harus ditunaikannya. “Apalagi anak muda zaman sekarang, sudah tidak ada nyangkul, kemana-mana tidak jalan kaki, kapan olah raganya jika tidak disempatkan meluangkan waktu untuk berolah raga”, ujar Alena mengkritisi.

Ternyata alasan Alena menekuni fitness lantaran ia suka dengan muscle. Motivasi utamanya adalah ingin memiliki badan yang proporsional halnya Cameron Diaz. “Aku sangat suka melihat wanita yang terlihat healthy look, kesannya sehat dan tentunya terlihat lebih cantik”. Alena percaya bahwa dengan weight training mampu memperlambat osteoporosis?, tambah Alena disela-sela waktu exercise-nya. Karena permasalahan lututnya, Alena terkadang harus mati-matian dalam berlatih untuk meminimalisir rasa sakit pada lututnya. Untuk menghindari rasa nyeri kambuhan dilututnya, Alena dianjurkan untuk memaksimalkan otot di bagian lututnya untuk melindungi lututnya.

Setelah sekian lama berlatih dan menggeluti dunia fitness banyak beberapa manfaat yang dirasakan oleh Alena, salah satunya adalah ia mampu mengerti tentang otot dan teknik-teknik latihan. Alena juga menerapkan 3 keseimbangan pola hidup sehat, yakni menjaga kualitas istirahat, mengatur pola makan, dan berolah raga. Tapi konsentrasi Alena untuk saat ini adalah memfokuskan diri untuk menjaga kualitas istirahat. “Aku sekarang lagi menggalakkan tidur sebelum jam 10 malam. Karena menurut penelitian pada jam segitu sedang terjadi regenerasi sel. Sehingga dianjurkan untuk mengakhiri segala bentuk pekerjaan, karena jika tidak tubuh malahan akan sakit”, tegas Alena.

Alena menganjurkan kepada siapa saja  untuk kembali mencintai dirinya dengan mau keluar rumah untuk berolahraga. Dengan mencintai diri kita berarti  akan mencari cara dalam menjaga kualitas kesehatan dan kebugaran. Berolah raga selain mampu menunjang kualitas kesehatan dan kebugaran juga mampu menambah serta meningkatkan performa penampilan fisik.

Inilah  segudang prestasi yang pernah di tekuni dan beberapa penghargaan yang pernah di raih  artis cantik yang  jugamenjadi  penyanyi berbakat asal kota Malang selama karirnya ;

PRESTASI

Grand Champion Final “Asia Bagus” Malaysia (2000)

Medali Emas Choir Olimpiade 2000 LINZ,Austria dengan Elfa’s Singers (2000)

Personil of Elfa’s Singers (Juli-September 2001)

Album pertama, “Alena”, dibawah Universal Music Indonesia (launched 27 September 2002)

Dinominasikan “Most Promising Newcomer” in MTV award (2003)

Opening Act Tour Jakarta-Bandung-Surabaya “Energy” (Taiwan band)

Host “Oriental Nite”AnTeve with Ronny Sianturi (2003 – June 2004)

Spoke person “Miss Smart Traveller” Citibank Gold Card (2003)

Leading actress telesinema special Imlek RCTI “Xiao Qing” with Ferry Salim (January 2004)

Compilation album “Cilapop 2006” song: Bintang-bintang by Sony Music Indonesia

Second album “Seindah Diriku” (March 2008 )

Presenter KISS Indosiar with Ruben Onsu (Jumat 7 pagi), Joe Richard (Sabtu 9.30 pagi)

Presenter ISSUE indosiar (Jumat 15.30 sore)

Duta Baca pada Hari Buku Internasional ketiga tahun (April 2008)

Duta Anti Narkoba bersama Badan Narkotika Nasional dan Majalah Heatlhylife (Juni 2008)

Duta Hijau bersama Rotary Indonesia (Juni 2008)

Iklan King Foto (2006)

Iklan Seasons city (2006)

Dan inilah Profile lengkapnya :

Nama Lengkap                                         : Caroline Gunawan

Nama Panggilan                                      : Alena

Tempat/tanggal Lahir                          : Malang, Jawa Timur / 9 November 1981

Tinggi / Berat badan                             : 168cm / 51 kg

Nama Orang Tua                                    : Guntur Gunawan / Maria Ratna Mindiyani

Pada tahun 2016 ini dari dua album yang pernah di buat bersama Popo , kembali Alena Wu meluncurkan album ketiganya yang berisikan 9  lagu berbahasa mandarin dan 1 berbahasa Inggris. Dan ini pula yang  menjadi penanda kembalinya Alena Wu ke Industri musik yang ber titel Xing Fu (Blassed) terlebih akan  menjadi debut awal untuk go Internasional secara Digital . Negara yang akan dia bidik nantinya adalah Hongkong dan Taiwan. Dan dengan album ketiga ini nantinya di harapkan akan meledak di pasaran. Peran besar dari sang suami Popo Fauza untuk mengaransemen semua lagu dengan menggandeng Ruvan Lin serta Winter Wu sebagai penulis lirik akan mewakili idealismenya dalam bermain Musik. Survei pasar musik Indonesia yang selalu berubah membuat Popo Fauza dan Alena Wu bikint apa yang mereka suka dan berkarya

Di rangkum dan di ulas kembali dari beberapa sumber oleh Malangpagi

 

Serta tidak lupa kami ucapkan Terima kasih kepada Alena Wu yang telah bersedia di ulas kembali,  sam Popo Fauza ( ojob e Alena ) komposer sekaligus pencipta lagu yang juga arek Malang asli. Mbak Wina PR Alena Wu atas tambahan informasi serta dokumen fotonya. Wiwil Jesse kontributor Malangpagi yang telah banyak membantu penulisan kembali Profil Alena Wu. Semoga dengan penulisan kembali profil Alena Wu serta kiprahnya bisa memunculkan Alena –Alena lain yang bisa mengharumkan kota Malang dan Jawa Timur guna mengikuti jejaknya .  oleh Herman Reh./Red Malangpagi.

You May Also Like

Leave a Reply