Pameran Fotografi Dengan Efek Audio Visual ala Jim Beckwith

MALANGUPDATE-Nama Jim Beckwith selama ini lebih dikenal sebagai penyanyi dan penulis lagu. Namun ia memulai karirnya sebagai fotografer jurnalistik profesional sejak tahun 1980an. Pada tahun 1988 ia telah memadukan fotografi analog (35 mm slide) untuk dipresentasikan dengan audio visual. Dengan teknologi digital, ia terus bekerja dalam dunia multimedia dan desain grafis di Los Angeles, Amerika, sembari melakukan traveling fotografi ke mancanegara.

Jim Beckwith membangkitkan emosional penonton pameran foto lewat musik
Jim Beckwith membangkitkan emosional penonton pameran foto lewat musik

Ia telah menelurkan 9 album, dimana album teranyar yang berjudul Dancing in Dreams baru saja dirilis pada 1 Maret 2018 lalu.

Musiknya terdiri dari berbagai genre, mulai folk, elektronik hingga balada. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ia mulai menekuni musik easy-listening untuk Yoga, dan kerap menyuguhkan secara langsung dalam berbagai acara dan festival yoga di berbagai belahan dunia.

Saat singgah di Indonesia pada akhir bulan Maret lalu, Jim menggelar pameran fotografi yang dikemas dengan kreasi seni atas nama cita rasa persepsi efek audio visual.

- Jim Beckwith membangkitkan emosional penonton pameran foto lewat musik.
– Jim Beckwith membangkitkan emosional penonton pameran foto lewat musik.

Pameran bertajuk Poems of Light ini dihelat di Rumah Foto, sebuah meeting point dari Malang Photo Club di Malang, Jawa Timur.

Sejumlah foto hasil bidikannya di berbagai negara mulai Amerika, hingga India dan Indonesia yang bertema landscape, travel, street art, human interest, still life, hingga nature disajikan di layar dalam suatu panggung musik.

“Ini adalah salah satu impian saya yang terwujud, berpameran foto dan bermusik secara bersamaan,” ujarnya kepada malangupdate.com

Selama ini ia banyak menggarap project multimedia, namun Jim mengaku konsep ini adalah yang pertama kali ia gelar. “Sebuah versi modern dari sebuah slide show,” katanya.

-Keceriaan anak Indonesia terekam saat Jim memotret di Bali
-Keceriaan anak Indonesia terekam saat Jim memotret di Bali

Ia menerangkan, bahwa foto itu sejatinya adalah cahaya, yang ditangkap kamera menjadi sebuah citra dan berakhir menjadi sebuah momen yang sulit terulang kembali. “Momen itu adalah mewakili sebuah keindahan,” imbuhnya.

Momen-momen ini kemudian dikurasi oleh Dody S Mawardi dari Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia, kemudian dibantu tim Malang Photo Club, dirangkai menjadi sebuah slide show.

Jim juga menyebut acara ini sebagai musikalisasi puisi dari rangkaian foto.  Namun baik foto maupun musiknya punya porsi dan kontribusi berimbang, bukan sekedar tempelan saja.

“Harapan saya, penyajian foto dan musik seperti akan membuat orang dapat menikmati sebuah seni dengan lebih terlibat secara emosional,” ujarnya.

Jim Beckwith (kanan), bertukar pikiran dengan sejumlah penonton pameran.
Jim Beckwith (kanan), bertukar pikiran dengan sejumlah penonton pameran.

Acara ini dihadiri pengunjung dari berbagai kalangan, mulai fotografer, pecinta seni, hingga pelaku industri kreatif di bidang animasi, videografi dan sinematografi.

Salah seorang fotografer Lettisa Dyah Sukma Wardhani mengaku bahwa apa yang dilakukan Jim Beckwith ini menunjukkan bahwa fotografi harus bisa bekerjasama dengan bidang lainnya. “Selain itu yang lebih penting adalah foto-foto dan musiknya menunjukkan kedamaian dan keberagaman,” pungkasnya. (putra)

Foto-foto: malangupdate/putra

You May Also Like

Leave a Reply