Upacar Budaya di Malang
bromotourpackages.net

Upacara Budaya di Malang, Sakral dan Mengandung Nilai Budaya Tinggi

Posted on

Kota Malang tidak hanya terkenal dengan destinasi wisatanya yang menarik. Akan tetapi, kota terbesar kedua setelah Surabaya di Jawa Timur ini juga sarat akan tradisi dan budayanya. Seperti daerah lain, Malang juga memiliki adat istiadat serta upacara budaya yang memiliki daya tarik tersendiri. Lalu apa sajakah upacara budaya di Malang tersebut?

Upacara Budaya di Malang
bromotourpackages.net

Mengetahui Upacara Budaya di Malang

Di kota Malang terdapat beberapa adat yang tidak akan anda temui di daerah lain. Berikut ini beberapa jenis upacara budaya di Kota Malang yang perlu anda ketahui, antara lain:

Upacara Adat Pengantin Malang Keprabon

Merupakan salah satu upacara adat di Malang yang cukup unik dan menarik serta memiliki nilai budaya yang tinggi. Upacara adat satu ini berorientasi pada kebudayaan Hindu-Jawa dari Jawa Timur pada khususnya. Namun dengan seiring berjalannya waktu, prosesi pernikahan ini telah diwarnai dengan adanya ajaran Islam. Dari tatanan rias hingga urutan pelaksanaan ritualnya mengandung banyak nilai kebudayaan yang cukup tinggi.

Entas-Entas

Salah satu upacara budaya Malang berikutnya ini cukup unik dan menarik. Upacara ini merupakan bagian dari adat suku Tengger yang berada di Desa Tengger Ngadas, Poncokusumo Malang. Tradisi Entas-Entas diadakan sebagai bagian dari upacara kematian. Yang umumnya digelar pada hari ke-44 atau 1000 setelah meninggal.

Kata Entas-Entas memiliki gambaran untuk mengangkat derajat arwah atau leluhur yang telah meninggal agar memperoleh tempat yang lebih baik. Pelaksanaan upacara Entas-Entas pada umumnya akan menggunakan boneka yang disebut dengan petra. Boneka ini terbuat dari dedaunan serta bunga yang selanjutnya akan disucikan oleh pemangku adat setempat. Boneka ini digunakan sebagai media arwah yang didatangkan kembali.

Kirab Sesaji

Tahun Baru Islam atau Muharram bagi masyarakat Jawa sering disebut dengan satu suro. Hingga kini, masyarakat Jawa terutama masyarakat Jawa Timur masih banyak yang menyelenggarakan perayaan pada satu suro tersebut sebagai wujud syukur kepada Allah SWT. Bagi masyarakat Malang, tradisi ini disebut dengan Kirab Sesaji. Ritual dalam upacara tersebut dilakukan dengan cara mengelilingi desa di Kawasan Gunung Kawi.

Dengan menggunakan pakaian adat Jawa sembari membawa sesaji serta gunungan menuju ke Makam Eyang Junggo dan Iman Soedjono. Dalam upacara budaya di Malang ini, pemimpin upacara adat akan membacakan do’a-do’a. Yang selanjutnya gunungan yang berisi tumpeng serta aneka makanan akan diperebutkan oleh para warga.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *