Polresta Malang Kota Edukasi Paham AI ke 500 Siswa MAN 2 Malang soal Bijak Pengunaan dan Media Sosial

Peristiwa

MALANG KOTA – Polresta Malang Kota memberikan edukasi pemahaman kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kepada sekitar 500 siswa dan guru MAN 2 Kota Malang, Jalan Bandung, Kota Malang. (Jumat, 25/09/2026)

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun literasi digital sekaligus mencegah penyalahgunaan teknologi yang dapat berdampak terhadap masa depan pelajar.

Kegiatan diawali pembukaan oleh Kepala Madrasah MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian edukasi dengan serius agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara bijak dalam aktivitas sehari-hari.

POlresta Malang Kota membangun literasi digital sekaligus mencegah penyalahgunaan teknologi yang dapat berdampak terhadap masa depan pelajar

“Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan materi yang diberikan untuk menambah pengetahuan dan menjadi bekal dalam menggunakan teknologi secara bijak,” ujar Samsudin.

Materi utama disampaikan Kanitbhabinkamtibmas Satbinmas Polresta Malang Kota, AKP Wardi Waluyo.

Ia memberikan pemahaman mengenai penggunaan media sosial dan teknologi AI secara bertanggung jawab, terutama di kalangan pelajar yang semakin dekat dengan perkembangan teknologi digital.

Menurut Wardi, kemudahan teknologi harus diimbangi dengan kesadaran dan tanggung jawab. Penggunaan media sosial maupun AI yang tidak tepat dapat merugikan pengguna, termasuk memengaruhi reputasi, pendidikan, hubungan sosial, hingga masa depan siswa.

“Gunakan media sosial dan AI secara bijak. Jangan sampai teknologi yang seharusnya membantu justru merugikan diri sendiri dan masa depan,” jelas AKP Wardi.

Dalam pemaparannya, Wardi juga mengingatkan siswa mengenai sejumlah persoalan yang dapat muncul di ruang digital.

Pemahaman mengenai penggunaan media sosial dan teknologi AI secara bertanggung jawab, terutama di kalangan pelajar yang semakin dekat dengan perkembangan teknologi digital

Di antaranya adalah bullying melalui media sosial, penyebaran berita hoaks, peredaran narkoba, serta berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat memanfaatkan media digital sebagai sarana.

Selain manfaat AI, peserta diberikan pemahaman mengenai risiko penyalahgunaan teknologi tersebut.

Penyalahgunaan AI dapat menimbulkan dampak bagi pelaku maupun korban, terutama apabila teknologi digunakan untuk membuat atau menyebarkan informasi, gambar, maupun konten yang merugikan orang lain.

Edukasi kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Training of Trainer (TOT) Pemahaman AI yang dipandu Bripda Muhammad Risky Alfi Fanani.

Polresta Malang Kota Edukasi Paham AI ke 500 Siswa MAN 2 Malang soal Bijak Pengunaan dan Media Sosial
Polresta Malang Kota Edukasi Paham AI ke 500 Siswa MAN 2 Malang soal Bijak Pengunaan dan Media Sosial

Peserta mengikuti materi dan mengerjakan tes melalui laman senopatiacademy.id sebagai bagian dari proses pemahaman dan evaluasi materi yang telah diberikan.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kepala Madrasah, Kepala TU, jajaran wakil kepala madrasah dan guru, serta beberapa Personel dari Satuan Fungsi SDM, Binmas Polresta Malang.

Bagi siswa yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian TOT Pemahaman AI dan memperoleh sertifikat, diperbolehkan meninggalkan ruangan.

Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat pemahaman pelajar terhadap perkembangan AI sekaligus membangun sikap kritis, bertanggung jawab, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi serta media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *